STEROID
Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak
terhidrolisis yang dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena.
Steroid merupakan kelompok senyawa yang penting dengan struktur dasar sterana
jenuh (bahasa Inggris: saturated tetracyclic hydrocarbon :
1,2-cyclopentanoperhydrophenanthrene) dengan 17 atom karbon dan 4 cincin.
Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, ergosterol,
progesteron, dan estrogen. Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon.
Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang
membentuk tiga cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan
jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional
yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin.
Tata nama steroid
dipersulit oleh keharusan membedakan antara konfigurasi stereokimia yang
mungkin (Robinson, 1995). Masing-masing dari cincin enam karbon pada inti
steroid mampu berada dalam konformasi tiga dimensi sebagai “kursi” atau
“perahu”.
Pada steroid alami,
hampir semua cincin berada dalam bentuk “kursi”, yaitu konformasi yang lebih
stabil. Sebagian besar steroid tumbuhan cincinnya semua disambungkan satu sama
lain dengan ikatan trans. Akibatnya ialah bahwa seluruh sistem cincin terletak
pada satu bidang (sebidang), dan gugus penyulih mencuat tegak lurus pada bidang
cincin. Gugus metil pada C-10 dinyatakan mengarah ke atas. Gugus apa saja yang
letaknya trans terhadap gugus metil C-10 dinyatakan sebagai konfigurasi alpha
(α) dan gugus yang letaknya cis sebagai beta (β) (Robinson, 1995).
Stereokimia steroid telah diselidiki oleh para
ahli dengan menggunakan analisis sinar X dari struktur kristalnya atau
cara-cara kimia. Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa kerangka dasar steroid
dapat dilihat pada gambar berikut (Susilawati, 2001).

Steroid kaya akan
gugus fungsi yang terikat pada cincin-cincin tersebut. Ratusan steroid yang
mempunyai peranan penting ditemukan pada tumbuhan, hewan, manusia, dan jamur. Semua
steroid dibuat di dalam sel dari sterol lanosterol (pada hewan, manusia, dan
jamur) atau sterol sikloartenol (pada tumbuhan). Kedua sterol tersebut
diturunkan dari teriterpenoid dan skualena.
Sebagaimana senyawa
organik lainnya, tata nama sistematika dari steroid didasarkan pada struktur
dari hidrokarbon steroid tertentu. Nama hidrokarbon steroid itu ditambahi
awalan atau akhiran yang menunjukkan jenis substituen. Sedangkan posisi dari
substituen itu ditunjukkan oleh nomor atom karbon dimana substituen itu
terikat.
Berdasarkan struktur
umum steroid diatas, maka jenis-jenis hidrokarbon induk dari steroid adalah
sebagai berikut : (Arifin, 1986).
Nama
|
Jumlah atom C
|
Jenis rantai samping R
|
Androstan
|
19
|
-H
|
Pregnan
|
21
|
-CH2-CH3
|
Kolan
|
24
|
-CH(CH3)(CH2)2-CH3
|
Kolestan
|
27
|
-CH(CH3)(CH2)3CH(CH3)2
|
Ergostan
|
28
|
-CH(CH3) (CH2)2 CH(CH3) CH(CH3)2
|
Stigmastan
|
29
|
-CH(CH3) (CH2)2 CH(C2H5) CH(CH3)2
|
Perbedaan jenis steroid ditentukan subtituen R1, R2, dan R3
Perbedaan dalam satu
kelompok tergantung juga pada :
·
Panjang subtituen R1
·
Gugus fungsi subtituen R1, R2, dan R3
·
Jumlah dan posisi ikatan rangkap
·
Jumlah dan posisi oksigen
·
Konfigurasi pusat asimetris inti dasar
Steroid merupakan
molekul planar, sehingga kedudukan gugus pada inti dasar dapat :
·
Di atas bidang
·
Garis penuh
·
Cis dengan metil C10 dan C13
·
Steroid konfigurasi
·
α
Di bawah bidang
·
Garis putus-putus -------
·
Trans dengan metil C10 dan C13 steroid konfigurasi α
1.
Struktur Steroid dan Penomorannya
Senyawa
yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, ergosterol, progesteron,
dan estrogen. Pada umunya steroid berfungsi sebagai
hormon. Steroid mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang
membentuk tiga cincin sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan
jenis steroid yang satu dengan steroid yang lain terletak pada gugus fungsional
yang diikat oleh ke-empat cincin ini dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin. Lemak
sterol adalah bentuk khusus dari steroid dengan rumus bangun diturunkan dari
kolestana dilengkapi gugus hidroksil pada atom C-3, banyak ditemukan pada
tanaman, hewan dan fungsi. Semua steroid dibuat di dalam sel dengan bahan baku
berupa lemak sterol, baik berupa lanosterol pada hewan atau fungsi, maupun
berupa sikloartenol pada tumbuhan. Kedua jenis lemak sterol di atas terbuat
dari siklisasi squalena dari triterpena. Kolesterol adalah jenis lain lemak
sterol yang umum dijumpai.
Steroid
adalah salah satu bentuk triterpena termodifikasi, sehingga unit penyusunnya
adalah isoprena, yaitu IPP dan DMAPP. IPP dan DMAPP dibiosintesis oleh tubuh
dari Asetil
Koenzim A, suatu C-2 hasil pelepasan CO2 oleh piruvat
pada jalur metabolisme, lewat jalur asam mevalonat atau
deoksisilulosa fosfat.Unit – Unit IPP dan DMAPP bereaksi memanjangkan
rantai membentuk C-15, disebut farnesil. Dua FPP (Farnesil
Pirofosfat) bergabung ekor-ekor membentuk skualena. Skualena
teroksidasi membentuk epoksida, memungkinkan terjadinya siklisasi membentuk
lanosterol.
2.
Penggolongan Senyawa
Gonane adalah steroid
yang paling sederhana mungkin dan terdiri dari tujuh belas karbon atom, terikat
bersama untuk membentuk empat cincin menyatu. Tiga sikloheksana cincin
(ditunjuk sebagai cincin A, B, dan C pada gambar di bawah) membentuk kerangka
fenantrena , cincin D memiliki siklopentana struktur. Oleh karena itu,
bersama-sama mereka disebut cyclopentaphenanthrene.



(kolestan) (complexer dari asam kolat, suatu asam empedu)
Umumnya, steroid
memiliki kelompok metil pada karbon C-10 dan C-13 dan rantai samping alkil pada
karbon C-17. Selanjutnya, mereka berbeda-beda berdasarkan konfigurasi dari
rantai samping, jumlah kelompok metil tambahan, dan kelompok-kelompok
fungsional yang melekat pada cincin. Misalnya, sterol memiliki gugus hidroksil
yang melekat pada posisi C-3.
Beberapa contoh steroid
dengan struktur mereka :


(Testossteron) (Medrogestone/obat
sintetik)
1.
Ekstraksi
Ekstraksi
steroid teripang dilakukan dengan dua tahap, yaitu ekstraksi lemak kemudian
dilanjutkan dengan ekstraksi steroid. Ekstraksi lemak dilakukan dengan pelarut
aseton dengan cara maserasi, selanjutnya dilakukan proses penyabunan dengan
menggunakan larutan KOH 1 M dan dilakukan refluks pada suhu 70oC selama 1 jam.
Steroid diekstrak dengan menggunakan pelarut dietil eter.
2. ldentifikasi
senyawa steroid
Identifikasi
keberadaan senyawa steroid pada teripang dilakukan dengan reaksi warna
menggunakan pereaksi liebermann burchard yang terdiri dari kloroform, asam
asetat anhidrid dan asam sulfat pekat.
3.
Biosintesis Steroid dalam Tubuh Manusia
Sintesis dalam tubuh
dimulai dengan satu molekul asetil KoA dan satu molekul acetoacetyl-CoA, yang
terhidrasi membentuk 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA ( HMG-CoA ). Molekul ini
kemudian dikurangi menjadi mevalonate oleh enzim HMG-CoA reduktase . Langkah
ini adalah, diatur tingkat-membatasi dan langkah ireversibel dalam sintesis
kolesterol dan merupakan tempat aksi untuk statin obat (HMG-CoA reduktase
inhibitor kompetitif). Mevalonate kemudian diubah menjadi 3-isopentenil
pirofosfat dalam tiga reaksi yang memerlukan ATP . Mevalonate ini dekarboksilasi
untuk pirofosfat isopentenil , yang merupakan kunci untuk metabolit reaksi
biologis berbagai. Tiga molekul mengembun pirofosfat isopentenil untuk
membentuk pirofosfat farnesyl melalui aksi geranyl transferase. Dua molekul
pirofosfat farnesyl kemudian mengembun untuk membentuk squalene oleh aksi
sintase squalene dalam retikulum endoplasma . Oxidosqualene adenilat kemudian
cyclizes squalene untuk membentuk lanosterol . Akhirnya, lanosterol kemudian
dikonversi menjadi kolesterol melalui proses yang kompleks
PERMASALAHAN :
1.
Bagaimana proses obat sintetik “steroid” dalam pembentukan otot
manusia?
2. Bagaimana penurunan sterol lanosterol (pada hewan, manusia, dan jamur) atau sterol sikloartenol (pada tumbuhan) dari teriterpenoid dan skualena?
3. Bagaimana peranan (proses) steroid dalam tubuh manusia?
2. Bagaimana penurunan sterol lanosterol (pada hewan, manusia, dan jamur) atau sterol sikloartenol (pada tumbuhan) dari teriterpenoid dan skualena?
3. Bagaimana peranan (proses) steroid dalam tubuh manusia?
Saya akan menjawab permasalahan 3. Dalam tubuh manusia hormon steroid memiliki banyak fungsi, dan secara ringkas fungsi – fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
ReplyDeleteGlukokortikoid atau kortisol berperan sebagai pengatur dalam banyak proses metabolisme termasuk pembentukan glukosa dari asam amino dan asam lemak dan penyimpanan glikogen dalam hati. Kortisol juga membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan mempunyai efek anti-inflamasi dan imunosupresif.
Mineralokortikoid atau aldosteron berperan dalam menjaga keseimbangan air dan garam mineral dalam tubuh. Hormon ini akan membuat ginjal menyerap kembali natrium, kalium dan mebuang zat-zat yang diperlukan melalui urin. Hormon ini juga membantu dalam mengatur tekanan darah.
Saya akan menjawab permasalahan anda yg terakhir steroid memiliki banyak fungsi, dan secara ringkas fungsi – fungsi tersebut adalah sebagai berikut:
ReplyDeleteGlukokortikoid atau kortisol berperan sebagai pengatur dalam banyak proses metabolisme termasuk pembentukan glukosa dari asam amino dan asam lemak dan penyimpanan glikogen dalam hati. Kortisol juga membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan mempunyai efek anti-inflamasi dan imunosupresif.
Mineralokortikoid atau aldosteron berperan dalam menjaga keseimbangan air dan garam mineral dalam tubuh. Hormon ini akan membuat ginjal menyerap kembali natrium, kalium dan mebuang zat-zat yang diperlukan melalui urin. Hormon ini juga membantu dalam mengatur tekanan darah.
Kelebihan Hormon Steroid
Saya akan menjawab permasalahan pertama
ReplyDeleteUntuk perkembangan sebuah otot didahului dengan adanya kerusakan pada otot sehingga jika obat antiinflamasi mengatasi inflamasi secara berlebihan akan mengakibatkan proses perbaikan jaringan otot menjadi terhambat yang akan membuat pertumbuhan dan perkembangan otot menjadi terhambat.
adalah terjadinya insufisiensi kelenjar adrenal yang berarti kelenjar adrenal tidak dapat menghasilkan hormon kortisol (steroid). Padahal jika dipikir-pikir obat antiinflamasi ada yang steroid sehingga bisa mengatasi kekurangan hormon kortisol tersebut. Hal tersebut salah karena memang steroid pada obat antiinflamasi memiliki struktur yang sama dengan hormon kortisol, tetapi steroid tetap tidak bisa menggantikan hormon kortisol. Jika kita mendapat obat antiinflamasi berlebih berarti steroid dalam tubuh kita menjadi berlebih yang akan mengakibatkan kerusakan kelenjar adrenal itu sendiri sehingga hormon kortisol kita menjadi terganggu. Padahal hormon tersebut berguna dalam perkembangan otot.
Saya akan menjawab no 3
ReplyDeleteSteroid dalam tubuh kita sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua jenis agtau dua kelas, yakni kortikosteroid yang paling banyak diproduksi di korteks adrenal dan seks stroid yang paling banyak di produksi di dalam organ kelmin dan plasenta.
Atau dengan kata lain steroid ini berperan aktif menjadi hormone steroid dalam tubuh kita yang apda umumnya di sintesa dari kolestrol di dalma gonad dan kelenjar adrenal. Oleh karena itulah hormone steroid ini disebut masih sebagai tururan lemak ya sobat. Keberadaan hormon steroid ini tentunya sangat berperan penting dalam tubuh kita.
Saya akan menambahkan no 3
ReplyDeleteGlukokortikoid atau kortisol berperan sebagai pengatur dalam banyak proses metabolisme termasuk pembentukan glukosa dari asam amino dan asam lemak dan penyimpanan glikogen dalam hati. Kortisol juga membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan mempunyai efek anti-inflamasi dan imunosupresif.
Mineralokortikoid atau aldosteron berperan dalam menjaga keseimbangan air dan garam mineral dalam tubuh. Hormon ini akan membuat ginjal menyerap kembali natrium, kalium dan mebuang zat-zat yang diperlukan melalui urin. Hormon ini juga membantu dalam mengatur tekanan darah
Dari nomor 3.
ReplyDeleteGlukokortikoid atau kortisol berperan sebagai pengatur dalam banyak proses metabolisme termasuk pembentukan glukosa dari asam amino dan asam lemak dan penyimpanan glikogen dalam hati. Kortisol juga membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan mempunyai efek anti-inflamasi dan imunosupresif.