FLAVONOID
A. Pengertian
Senyawa flavanoid adalah senyawa-senyawa fenol yang berasal dari senyawa aromatik yang terdapat dialam. Meski sering disebut senyawa fenol namun sebagian besar senyawa flavanoid bersifat netral karena tidak mengandung gugus fenol dalam keadaan bebas.
B. Macam-Macam Senyawa Flavanoid
1. Senyawa Flavonoid: Katekin dan proantosianidin
Katekin dan proantosianidin adalah dua golongan senyawa yang mempunyai banyak kesamaan. Semuanya senyawa berwarna dan terdapat pada seluruh dunia tumbuhan berkayu. Saat ini telah dikenal tiga jenis katekin, yang berbeda pada jumlah gugus hidroksil pada cincin B. Senyawa ini mempunyai dua atom karbon kiral dan karena itu mungkin terdapat 4 isomer.
2. Senyawa Flavanoid: Flavanon dan Flavanonol
Senyawa Flavanon dan Flavanonol terdapat hanya sedikit sekali jika dibandingkan dengan flavonoid lain. Senyawa flavanoid jenis ini hampir tidak berwarna atau hanya kuning sedikit. Karena konsentrasinya rendah dan tidak berwarna maka sebagian besar diabaikan. Flavanon (atau dihidroflavanon) sering dijumpai dalam bentuk aglikon (60) tetapi beberapa glikosidanya telah banyak dikenal seperti, hesperidin dan naringin dari kulit buah jeruk. Flavanonol merupakan flavonoid yang kurang dikenal, dan kita tidak mengetahui apakah senyawa ini terdapat sebagai glikosida.
3. Senyawa Flavanoid: Flavon, flavanol, isoflavol
Flavon atau flavonol merupakan senyawa yang paling banyak di temukan pada pigmen kuning pada tumbuhan. Meski tidak semua tumbuhan berpugmen kuning mengandung flavon, seperti warna kuning tumbuhan jagung disebabkan oleh karatenoid. Isoflavon tidak begitu menonjol, tetapi senyawa ini penting sebagai fitoaleksin. Senyawa yang lebih langka lagi ialah homoisoflavon. Senyawa ini biasanya mudah larut dalam air panas dan alkohol meskipun beberapa flvonoid yang sangat termitalasi tidak larut dalam air.
4. Senyawa flavanoid: Auron (Cincin A –COCO CH2 – Cincin B)
Auron berupa pigmen kuning emas terdapat dalam bunga tertentu dan bryofita. Dikenal hanya lima aglikon, tetapi pola hidroksilasi senyawa ini umumnya serupa dengan pola pada flavonoid lain begitu pula bentuk yang dijumpai ialah bentuk glikosida dan eter metil. Dalam larutan basa senyawa ini menjadi merah ros. Beberapa auron, struktur dan tumbuhan sumber terdapat dalam contoh dibawah ini.
5. Senyawa flavanoid: Antosianin
Antosianin merupakan pewarna yang paling penting dan paling tersebar luas dalam tumbuhan. Secara kimia antosianin merupakan turunan suatu struktur aromatik tunggal, yaitu sianidin, dan semuanya terbentuk dari pigmen sianidin ini dengan penambahan atau pengurangan gugus hidroksil atau dengan metilasi.
6. Senyawa flavanoid: Khalkon
Polihidroksi khalkon terdapat dalam sejumlah tanaman, namun terdistribusinya di alam tidak lazim. Alasan pokok bahwa khalkon cepat mengalami isomerasi menjadi flavanon dalam satuan keseimbangan. Bila khalkon 2,6-dihidroksilasi, isomer flavanon mngikat 5 gugus hidroksil, dan stabilisasi mempengaruhi ikatan hydrogen 4-karbonil-5-hidroksil maka menyebabkan keseimbangan khalkon-flavon condong ke arah flavanon. Hingga khalkon yang terdapat di alam memiliki gugus 2,4-hidroksil atau gugus 2-hidroksil-6-glikosilasi.
*Senyawa Kumarin Dan Flavonoid*
Kumarin yang merupakan senyawa yang paling sederhana dari jenis ini barangkali adalah suatu hasil yang muncul dari pemecahan glukosida secara enzimatik. Biosintesis tergantung pada ortho-hidroksilasi yang tidak umum dari Cinnamic acid, serta enzim yang cocok telah dapat dideteksi. Hidroksikoumarin umbelliferon, muncul melalui ortho-hidroksilasi p-coumaric acid. Dafnin dan cichorin direduksi bahwa pembentukannya melalui umbelliferon. Furanokoumarin, misalnya berasal dari isoprenilkoumarin.
Biosintesis meliputi 7-dimetilsuberosin.

Beberapa Bahan Alam Penghasil Senyawa Kumarin
Novobiosin dihasilkan oleh suatu mikroorganisme Streptomyces niveus . Asal residu kumarin adalah dalam tirosin (dan karenanya berbeda asal kumarin tanaman) dan oksigen cincin dari oksigen karboksil tirosin.
Semula flavonoid, menurut strukturnya merupakan turunan senyawa induk flavon yang terdapat berupa tepung putih pada tanaman. Flavonoid merupakan senyawa fenol yang larut dalam air. Flavonoid mengandung system aromatik yang terkonjugasi.
Umumnya flavonoid terdapat pada tumbuhan terikat pada gula sebagai glikosida dan glikon flavanoid, yang mana mungkin saja terdapat dalam satu tumbuhan dalam beberapa bentuk kombinasi glikosida.
Pada oksigenasi yang diperlihatkan pada sifatnya karakteristik dan dapat diurutt kembali keasalnya system itu, yaitu tiga unit asetat yang bergabung kepala ke ekor (cincin A) dan suatu fragmen p-koumaril (cincin C dan B).
Tahapan kunci dalam biosintesis semua flavanoid dicapai dengan pembentukan suatu zat antara kalkon flavon. Pelabelan serta bukti-bukti enzim yang berkaitan dengan pembentukan kalkon, berlangsung melalui kondensasi p-koumaril koenzim A dengan tiga unit malonil KoA (asetil KoA). Kalkon adalah zat antara pertama yang teridentifikasi. Interkonversi kalkon-flavanon diperlihatkan stereospesifik.
Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan berpembuluh tetapi beberapa kelaslebih tersebar daripada yang lainnya : flavon dan flavonol terdapat semesta, sedangkan isoflavon dan biflavon hanya terdapat dalam beberapa suku tumbuhan. Flavonoid terdapat dalam tumbuhan sebagai campuran, jarang sekali dijumpai sebagai flavonoid tunggal. Selain itu sering terdapat campuran yang terdiri atas flavonoid yang berbeda kelas.
PERMASALAHAN :
1. Tahapan kunci dalam biosintesis semua flavanoid dicapai dengan pembentukan suatu zat antara kalkon-flavon. berikan salah satu contohnya yang anda ketahui ?
2. Bagaimna tahapan pembentukan flavonoid pada suatu gula?
3. Bagaimana aktivitas antioksidan pada flavonoid ?
3. Bagaimana aktivitas antioksidan pada flavonoid ?
3.

Baiklah saya akan mencoba menjawab no 2
ReplyDeleteSebagai besar senyawa flavonoida alam ditemukan dalam bentuk glikosida, dimana unit flavonoid terikat pada sutatu gula. Glikosida adalah kombinasi antara suatu gula dan suatu alkohol yang saling berikatanmelalui ikatan glikosida. Pada prinsipnya, ikatan glikosida terbentuk apabila gugus hidroksil dari alkohol beradisi kepada gugus karbonil dari gula sama seperti adisi alkohol kepada aldehida yang dikatalisa oleh asam menghasilkan suatu asetal.
Pada hidrolisa oleh asam, suatu glikosida terurai kembali atas komponen-komponennya menghasilkan gula dan alkohol yang sebanding dan alkohol yang dihasilkan ini disebut aglokin. Residu gula dari glikosida flavonoida alam adalah glukosa, ramnosa, galaktosa dan gentiobiosa sehingga glikosida tersebut masing-masing disebut glukosida, ramnosida, galaktosida dan gentiobiosida.
Flavonoida dapat ditemukan sebagai mono-, di- atau triglikosida dimana satu, dua atau tiga gugus hidroksil dalam molekul flavonoid terikat oleh gula. Poliglikosida larut dalam air dan sedikit larut dalam pelarut organik seperti eter, benzen, kloroform dan aseton.
Saya akan menjawab permasalahan no 2. Sebagai besar senyawa flavonoida alam ditemukan dalam bentuk glikosida, dimana unit flavonoid terikat pada sutatu gula. Glikosida adalah kombinasi antara suatu gula dan suatu alkohol yang saling berikatanmelalui ikatan glikosida. Pada prinsipnya, ikatan glikosida terbentuk apabila gugus hidroksil dari alkohol beradisi kepada gugus karbonil dari gula sama seperti adisi alkohol kepada aldehida yang dikatalisa oleh asam menghasilkan suatu asetal.
ReplyDeletePada hidrolisa oleh asam, suatu glikosida terurai kembali atas komponen-komponennya menghasilkan gula dan alkohol yang sebanding dan alkohol yang dihasilkan ini disebut aglokin. Residu gula dari glikosida flavonoida alam adalah glukosa, ramnosa, galaktosa dan gentiobiosa sehingga glikosida tersebut masing-masing disebut glukosida, ramnosida, galaktosida dan gentiobiosida.
Flavonoida dapat ditemukan sebagai mono-, di- atau triglikosida dimana satu, dua atau tiga gugus hidroksil dalam molekul flavonoid terikat oleh gula.Poliglikosida larut dalam air dan sedikit larut dalam pelarut organik seperti eter, benzen, kloroform dan aseton.
Malam saudati novi
ReplyDeleteSaya akan menjawab permasalahan yang ketiga
Ekstrak kasar kulit batang pulai pada pengujian antioksidan dilarutkan dalam etanol 96% dengan konsentrasi 400; 200; 100; 50; dan 25 μg/ml. Analisis ini bertujuan menentukan nilai persen penangkapan atau inhibition concentration (IC )50 ekstrak terhadap radikal DPPH. IC merupakan 50 konsentrasi sampel yang dibutuhkan untuk menghambat 50% aktivitas DPPH (Molyneux, 2004). Gambar 2 menunjukkan kurva hubungan antara konsentrasi ekstrak terhadap persen penangkapan. Berdasarkan kurva tersebut diperoleh nilai IC dari ekstrak kulit batang pulai 50sebesar 211.54 µg/ml, sedangkan kuersetin sebagai kontrol positifnya memiliki nilai IC 1.08 50µg/ml. Nilai IC berbanding terbalik dengan 50aktivitas antioksidannya. Semakin kecil nilai IC 50nya, maka aktivitas antioksidannya semakin kuat. Hal ini menunjukkan bahwa kuersetin memiliki aktivitas antioksidan 196 kali lebih kuat dari pada ekstrak kulit batang pulai.
Perbedaan aktivitas antioksidan yang diperoleh dipengaruhi oleh kadar total fenol dan total flavonoidnya. Senyawa fenol dan flavonoid memiliki kontribusi linier terhadap aktivitas antioksidan, sehingga semakin tinggi kadarnya maka semakin baik pula antioksidannya (Ghasemzadeh & Ghasemzadeh, 2011). Kadar total fenolik yang tinggi pada ekstrak kulit batang pulai diduga memiliki peran penting sebagai antioksidan. Selain flavonoid, komponen fenolik lainnya seperti tanin diketahui memiliki aktivitas antioksidan (Amarowicz, 2007; Saxena, Saxena, Nema, Singh, & Gupta, 2013). Selain itu, metabolit sekunder lain pada kulit batang pulai seperti alkaloid dan terpenoid yang dilaporkan oleh Antony et al.
Saya akan menjawab permasalaha anda yg ke 2 Pada hidrolisa oleh asam, suatu glikosida terurai kembali atas komponen-komponennya menghasilkan gula dan alkohol yang sebanding dan alkohol yang dihasilkan ini disebut aglokin. Residu gula dari glikosida flavonoida alam adalah glukosa, ramnosa, galaktosa dan gentiobiosa sehingga glikosida tersebut masing-masing disebut glukosida, ramnosida, galaktosida dan gentiobiosida.
ReplyDeleteFlavonoida dapat ditemukan sebagai mono-, di- atau triglikosida dimana satu, dua atau tiga gugus hidroksil dalam molekul flavonoid terikat oleh gula.Poliglikosida larut dalam air dan sedikit larut dalam pelarut organik seperti eter, benzen, kloroform dan aseton.
Saya akan menambah jawaban no 3
ReplyDeleteIdentifikasi isolat flavonoid dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa isolat flavonoid memiliki struktur dasar senyawa flavon dengan serapan maksimum pada panjang gelombang pita I (350 nm) dan pita II (255 nm dan 267 nm) dan analisis menggunakan FTIR menunjukkan isolat flavonoid memiliki gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, C-O eter dan C-O alkohol sehingga diduga isolat flavonoid memiliki struktur dasar senyawa luteolin yang tersubstitusi. Hasil uji aktivitas antioksidan isolat flavonoid menunjukkan IC50 sebesar 139,8373 mg/L.
Dari nomor 3.
ReplyDeleteanalisis menggunakan FTIR menunjukkan isolat flavonoid memiliki gugus fungsi O-H, C-H alifatik, C=O, C=C aromatik, C-O eter dan C-O alkohol sehingga diduga isolat flavonoid memiliki struktur dasar senyawa luteolin yang tersubstitusi. Hasil uji aktivitas antioksidan isolat flavonoid menunjukkan IC50 sebesar 139,8373 mg/L.