LEMAK DAN LIPID
Lemak
merupakan salah satu sumber energi tubuh bahkan kandungan energinya paling
tinggi diantara sumber energi yang lain, yaitu sebesar 9 kkal/gram. Energi
hasil pemecahan lemak dimulai saat lemak berada didalam kebutuhan
energi.pemecahan lemak dimulai saat lemak berada didalam system pencernaan
makanan.
Jika sumber energi dari karbohidrat
telah mencukupi, maka asam lemak mengalami esterifikasi yaitu membentuk ester
dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi jangka panjang.
Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam
lemak dioksidasi. Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan
menghasilkan asetil KoA. Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil
metabolisme karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur inipun akan masuk ke
dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi
Lemak akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Dari
senyawa tersebut, asam lemak sebagian mengandung sebagian besar energi, yaitu
sekitar 95%sedangkan gliserol hanya mengandung 5% dari besar energi lemak.
Untuk dapat menghasilkan energi, asam lemak akan mengalami oksidasi yang
terjadi di dalam mitokondria, sedangkan gliserol di rombak secara glikolisis.
Gliserol dalam glikolisis akan di ubah kembali menjadi dihidroksi aseton
fosfat. Oksidasi asam lemak juga melalui lintasan akhir yang dilalui
karbohidrat, yaitu siklus krebs.
Setelah berada didalam mitokondria, asam lemak akan
mengalami oksidasi untuk menghasilkan energi. Aksodasi asam lemak terjadi dalam
dua tahap, yaitu oksidasi asam lemak yang menghasilkan residu asetil KoA dan
oksidasi asetil KoA menjadi karbon dioksida melalui siklus krebs.
Tujuan utama katabolismelemak adalah untuk membebaskan
energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat
dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirasi, bila dalam
lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi anaerob. Katabolisme lemak berlangsung di membran luar
mitokondria.Katabolisme lemak yang menghasilkan 44 ATP adalah katabolisme 1 mol
asam lemak 6 karbon melalui siklus asam sitrat.
Lemak lebih besar energinya dari pada karbohidrat
dikarenakan lemak lebih banyak mengandung hydrogen terikat dan merupakansenyawa
karbon yang paling banyak tereduksi, sedangkan karbohidrat dan protein banyak
mengandung oksigen dan lebih sedikit hydrogen terikat adalah senyawa yang lebih
teroksidasi..
Senyawa karbon yang tereduksi lebih banyak menyimpan
energy dan apabila ada pembakaran sempurna akan membebaskan energy lebih banyak
karena adanyya pembebasan elektron yang lebih banyak. Jumlah elektron yang
dibebaskan menunjukkan jumlah energy yang dihasilkan. Glukosa dan asam
glutamate dapat menghasilkan jumlah ATP yang sama yaitu 36 ATP, sedangkan
katabolisme asam heksanoat dengan jumlah karbon yang sama dengan glukosa (6
karbon) menghasilkan 44 ATP, sehingga jumlah energy yang dihasilkan pada lemak
lebih besar dibandingkan dengan yang dihasilkan pada karbohidrat dan protein.
Sedangkan jumlah energy yang dihasilkan protein setaradengan jumlah yang
dihasilkan dengan karbohidrat dalam berat yang sama.
Salah satu kelompok senyawa organik yang terdapat
dalam tumbuhan, hewan, dan manusia serta
yang bermanfaat bagi kehidupan manusia adalah lipid. Lipid meliputi lemak dan
senyawa-senyawanya yang berkaitan. Suatu lipid tersusun atas asam lemak
dan gliserol. Lipid bersifat larut dalam berbagai pelarut lemak termasuk eter,
kloroform, dan zikene, tetapi tidak larut didala air (Frandson, 1992),
sedangkan lipid menurut Lehninger (1990), yaitu senyawa organic berminyak atau
berlemak yang tidal larut di dalamair, yang dapat diekstrak dari sel dan
jaringan oleh pelarut nonpolar, seperti kloroform atau eter. Lipid digolongkan
menjadi lipid sederhana,lipid gabungan, dan lipid derivate. Lipid sederhana adalah
ester dari asam-asam lemah dan alcohol dan termasuk macam-macam lemak (ester
asam lemak dan gliserol) dan wax (ester asam lemak dan alcohol selain
gliserol). Lipid gabungan mengandung beberapa gugus selain alcohol dan asam
lemak, seperti asam fosfor, nitrogen, atau karbohidrat. Lipid derivate
merupakan senyawa yang dihasilkan oleh hidrolisa lipida sederhana ataupun
lipida gabungan (Frandson, 1992).
Berdasarkan sumbernya, lipid dikelompokkan sebagai
lemak hewan (animal fat), lemak susu (milk fat), minyak ikan
(fish oil), dll. Berdasarkan komponen dasarnya, lipid dibagi
menjadi lipid sederhana (simple lipids),
lipid majemuk (compound lipids), dan lipid turunan (derivate
lipids). Klasifikasi lipid ke dalam lipid majemuk karena lipid
tersebut mengandung asam lemak yang dapat di sabunkan, sedangkan
lipid sederhana tidak mengandung asam lemak dan tidak dapat
di sabunkan. Lipid dibagi menjadi 8 golongan berdasarkan kemiripan
struktur kimianya, yaitu asam lemak, lemak,
lilin, fosfolipid, sfingolipid, terpen, steroid, dan lipid kompleks.
Lipid seperti lilin (wax), lemak, minyak, dan fosfolipid adalah ester
yang jika dihidrolisis dapat
menghasilkan asam lemak dan senyawa lainnya termasuk alkohol.
Beberapa peranan biologi yang penting dari lipid
menurut Wirahardikusumah (1985) adalah sebagai: (1)komponen struktur membran;
(2) lapisan pelindung pada beberapa jasad;(3) bentuk energy cadangan; (4)
komponen permukaan sel yang berperan dalam proses interaksi antara sel dengan
senyawa kimia di luar sel, seperti dalam proses kekebalan jaringan; dan (5)
sebagai komponen dalam proses pengangkutan melalui membran. Lipid
(emak dan minyak) dalam bentuk trigliserol juga berperan sebagai sumber
penyimpan energi, lapisan pelindung, dan insulator organ-organ tubuh.
Beberapa jenis lipid juga berfungsi sebagai sinyal kimia, pigmen, vitamin,
dan hormon.
Molekul lemak tersusun dari unsur-unsur C,H O, dan terkadang terdapat unsurP
dan N. Lemak umumnya disusun oleh trigliserida (lemak netral) yang terdiriatas
gliserol dan tiga asam lemak. Lemak mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai
sumber energy tetap yang menyediakan 9,3 kalori per gramnya, pembawa zat-zat
makanan essensial, pelarut vitamin A, D, E, dan K, pelindung tubuh dari suhu
dingin dan luk,penyimpan cadangan makanan, penyedap makanan, dan penahan rasa
lapar (Priadi, 2009). Perbedaan antara lemak dan
minyak adalah lemak berbentuk padat dan minyak berbentuk cair pada suhu kamar
(Panangan dkk., 2011).
Asam lemak adalah asam organic berantai panjang yang mempunyai atom karbon dari
4 sampai 24; asam lemak memilikigugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon
nonpolar yang panjang, yang menyebabkan kebanyakan lipida bersifat tidak larut
didalam air dan tampak berminyak atau berlemak (Lehninger, 1990). Berdasarkan
tingkat kejenuhannya, asam lemak digolongkan menjadi dua, yaitu asamlemak jenuh
dan asam lemak tak jenuh (Priadi, 2009). Asam lemak jenuh, atom-atom karbon
yang berdekatan dihubungkan oleh ikatan valensi; mempunyai atom hidrogen dua
kali lebih banyak dari atom karbonnya; dan tiap molekulnya mengandung dua atom
oksigen. Asam lemak tak jenuh mengandung lebih sedikit dari dua kali jumlah
atom hydrogen sebagai atom karbon, serta satu atau lebih pasanganatom-atom
karbon yang berdekatan, dihubungkan oleh ikatan rangkap (Frandson, 1992).
Umumnya, jumlah asam lemak tidak jenuh dua kali lebih banyak dibandingkan
dengan asam lemak jenuh pada kedua lipida hewan dan tumbuhan (Lehninger,
1990).
Lipid terdapat dalam semua bagian tubuh manusia
terutama dalam otak, mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses
metabolisme secara umum. Sebagian besar lipid sel jaringan terdapat sebagai
komponen utama membran sel dan berperan mengatur jalannya metabolisme di dalam
sel.
Trigliserida merupakan senyawa lipid utama yang
terkandung dalam bahan makanan. Lipid tumbuhan mengandung lebih banyak asam
lemak tak jenuh dan sedikit senyawa sterol.
Proses metabolisme lipid sebagi komponen bahan
makanan yang masuk ke dalam tubuh hewan, dimulai dengan proses pencernaannya di
dalam usus halus. Enzim lipase yang terdapat di dalam lambung tidak dapat
melakukan tugasnya karena suasana keasaman lambung yang terlalu tinggi, pH
1,2-2,5. Enzim lipase yang dikeluarkan oleh kantung empedu, pancreas, dan sel
usus halus, mengkatalisis proses hidrolisis ikatan ester pada trigliserida
menghasilkan asam lemak bebas dan gliserol . Dua golongan lipid lainnya,
fosfolipida dan kolesterol ester, mengalami proses hidrolisisdengan dikatalisis
oleh berbagai macam enzim lipase, seperti fosfolipase –A, -B, -C,-D dan
kolesterol esterase.
A.
Pencernaan Lemak oleh Tubuh
Makanan-makanan yang mengandung lemak dicerna oleh tubuh
melalui serangkaian tahapan panjang, baik secara mekanis maupun kimiawi.
1.
Rongga Mulut
Proses pencernaan lemak mula-mula
terjadi di rongga mulut. Gigi melakukan fungsinya dalam meremahkan dan
menghaluskan lemak secara mekanis, sedangkan kelenjar air ludah yang terdapat
di bagian bawah lidah menghasilkan enzim lipase lingual yang berfungsi untuk
meminimalkan ukuran lemak agar lebih halus secara kimiawi.
2.
Esofagus dan Lambung
Setelah dikunyah, makanan yang
mengandung lemak akan ditelan dan melewati esophagus secara cepat. Di bagian
organ ini, lemak tidak sama sekali mengalami proses apapun. Ia hanya lewat
untuk kemudian masuk ke dalam lambung. Di dalam lambung, lemak akan bercampur
dengan bahan makanan lain untuk kemudian digiling secara mekanis melalui gerak
kontraksi lambung dan secara kimiawi melalui penambahan asam lambung (HCl) yang
diproduksi oleh dinding lambung.
3.
Usus Halus
Proses pencernaan lemak yang
sebenarnya terjadi di usus halus. Menyadari bahwa suatu zat hanya dapat dicerna
jika terlarut dalam air, sedangkan lemak atau minyak tidak bisa bercampur
dengan air, maka untuk dapat mencerna bahan satu ini proses emulsifikasi lemak
mutlak diperlukan.
Proses emulsifikasi sendiri terjadi
ketika lemak masuk ke usus dua belas jari. Masuknya lemak ke organ ini, secara
biologis akan membuat kantung empedu menghasilkan cairannya. Cairan yang
disekresikan hepatosit hati ini adalah zat yang mampu mengemulsikan lemak
dan merubah ukurannya menjadi 300 kali lebih kecil dari ukuran semula. Dengan
bantuan enzim lipase dari pankreas, emulsi lemak kemudian dihidrolisis menjadi
asam lemak dan gliserol. Keduanya akan bereaksi dengan garam empedu untuk
kemudian menghasilkan butir-butir lemak (micel) yang siap diabsorpsi oleh usus
kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum).
Secara difusi pasif, butir-butir
lemak akan diserap oleh membran mukosa di dinding usus kosong dan usus
penyerapan. Butir-butir lemak ini kemudian dibawa dan disalurkan melalui aliran
darah ke seluruh tubuh.
4.
Usus Besar dan Anus
Orang dewasa umumnya dapat mencerna
dan menyerap lemak maksimal 95% dari keseluruhan makanan yang dikonsumsinya.
Adapun 5% lemak yang tidak diserap akan mengalir menuju usus besar untuk
kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui feses.
B.
Absorbsi Lipid
Hasil pencernaan dari lemak akan diserap kembali ke dalam
membran mukosa usus halus dengan cara difusi pasif. Absorbsi ini paling banyak
terjadi di jejenum. Untuk bentuk gliserol, asam lemak rantai pendek (C4-C6),
dan asam lemak rantai panjang (C8-C10) dapat langsung diserap menuju aliran
darah. Sedangkan bagi asam lemak dengan rantai panjang, monogliserida harus
diubah menjadi trigliserida dahulu. Trigliserida dan lipida besar lainnya
(kolestrol, fosfolipida) kemudian diabsorbsi secara aktif dan menghasilkan
kilomikron (jenis lipoprotein—alat angkut lipida). Kilomikron membawa lipida ke
jaringan – jaringan adiposa melewati limfe menuju ke darah.
Hasil Pencernaan Lipid
|
Absorpsi
|
Gliserol
Asam lemak rantai pendek (C4-6)
Asam lemak rantai menengah (C8-10)
|
Diserap langsung ke dalam darah
|
Asam lemak rantai panjang
Monogliserida
|
Diubah menjadi trigliserida di
dalam sel-sel usus halus
|
Trigliserida
Kolesterol
Fosfolipida
|
Membentuk kilomikron, masuk ke
dalam limfe kemudian ke dalam darah
|
Tabel : Penyerapan Lipid
C.
Transportasi Lemak
Di dalam retikulum endoplasma halus dari sel epitel usus,
asam lemak bebas bergabung dengan monogliserida membentuk trigliserida.
Sintesis protein di sel epitel berfungsi untuk mengemas trigliserida,
fosfolipid dan kolesterol membentuk kilomikron.
Pada dasarnya kilomikron mengemulsi lemak sebelum masuk
ke aliran darah. Proses ini menyerupai kegiatan lesitin dan asam lemak usus
halus dalam upaya mengemulsi lemak makanan selama proses pencernaan.
Dalam absorbsi trigliserida dan lipida besar lainnya
(kolesterol) yang terbentuk dalam usus halus dikemas untuk diabsorbsi secara
aktif dan ditransportasi oleh darah. Bahan bahan ini tergabung dengan protein
yang khusus dan membentuk alat angkut lipid yang dinamakan lipoprotein.
Tubuh membentuk empat macam lipoprotein, yaitu
kilomikron, low density lipoprotein(LDL), very low density lippoprotein(VLDL),
dan high density lippoprotein (HDL).
Lipoprotein yang mengangkut lemak dari saluran cerna ke
dalam tubuh dinamakan kilomikron. Kilomikron diabsorbsi melalui dinding usus
halus ke dalam sistem limfe untuk kemudian melalui duktus torasikus di
sepanjang tulang belakang masuk ke dalam vena besar tengkuk dan seterusnya
masuk ke dalam aliran darah.
D. Metabolisme Lemak
Lemak
yang tidak segera diperlukan setelah absorbsi disimpan oleh tubuh dalam
jaringan adiposa. Bila diperlukan, lemak dikeluarkan dari tempat penyimpanan
dalam hati diubah menjadi gliserol dan asam lemak, bentuk yang paling
mudahdapat digunakan dalam tubuh. Bila lemak terus di metabolisme dalam hati
maka akan terdapat ampas berupa zat keton yang hanya terbatas penggunaanya.
Kalau banyak dihasilkan di hati maka akn menjadi kalori dalam darah, dan hal
ini terjadi pada saat kelaparan karena tubuh tidak mempunyai sesuatu untuk
digunakan selain dari lemak di dalam jaringan adiposa.
Pencernaan : Lipase lambung menghasilkan sedikit
hidrolisis lemak sehingga lipase pankreas dan lipase usus memecah lemak menjadi
gliserin dan asam lemak.
Absorbsi :
Gliserin dan asam lemak oleh kakteal disalurka ke duktus dan masuk ke aliran
darah, kemudian dialirkan ke deluruh jaringan tubuh. Hati membantu mengoksidasi
lemak dan mempersiapkan untuk disimpan dalam jaringan, lemak dioksidasi untuk
memberi panas dan tenaga serta lemak yang disimpan mengandung vitamin A dan B.
Produksi buangan hasil pembakaran lemak dalam jaringan akan diekskresikan oleh
paru-paru dalam bentuk air dan karbondioksida melalui kulit dalam bentuk
keringat, ginjal dalam bentuk urine serta saluran pencernaan dalam bentuk
feases.
PERMASALAHAN :
1.
Pada saat kita berolahraga, tubuh kita membutuhkan banyak energi,
yang salah satu nya dapat diperoleh dari lemak.
Bagaimana metabolisme lipid yang terjadi sehingga pada saat berolahraga,
tubuh kita tidak kekurangan energi?
2. Pada
setiap penggunaan minyak seringkali menyisakan minyak. Sebagian masyarakat
masih menggunakan minyak sisa tersebut hingga beberapa kai pemakaian. Pemakaian
minyak berulang kali akan menyebabkan kerusakan minyak dan meningkatkan
bilangan peroksidanya. Bagaimana mekanisme reaksi yang terjadi ? dan apa akibat yang dapat di timbulkan?
Saya akan mencoba menjawab permasalahan satu. Lemak merupakan zat gizi penghasil energi terbesar, besarnya lebih dari dua kali energi yang dihasilkan karbohidrat. Namun, lemak merupakan sumber energi yang tidak ekonomis pemakaiannya. Oleh karena metabolisme lemak menghabiskan oksigen lebih banyak dibanding karbohidrat.
ReplyDeleteLemak atau trigliserida di dalam tubuh diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Selain penghasil energi, lemak merupakan alat pengangkut vitamin yang larut dalam lemak dan sebagai sumber asam lemak yang esensial, misalnya asam lemak linoleat. Olahraga endurance merupakan olahraga yang dilakukan dengan intensitas rendah sampai sedang (submaksimal) dan berlangsung dalam waktu lama. Lemak merupakan sumber energi yang penting untuk kontraksi otot selama olahraga endurance.
selamat siang saudari novi, saya akan menjawab permasalahan anda yang kedua.
ReplyDeleteSelama penggorengan minyak dalam kondisi suhu tinggi, adanya udara dan air yang dikandung oleh bahan menyebabkan minyak mengalami kerusakan. Adanya interaksi antara produk dan minyak menyebabkan terjadinya reaksi yang sangat komplek, akan terbentuk senyawa volatile maupun nonvolatile yang akan memberikan tanda bahwa
minyak telah rusak. Reaksi oksidasi oleh oksigen terhadap asam lemak tidak jenuh akan menyebabkan terbentuknya peroksida, aldehid, keton serta asam-asam lemak berantai pendek yang dapat menimbulkan perubahan organoleptik yang tidak disukai seperti perubahan bau dan flavour (ketengikan). Oksidasi terjadi pada ikatan tidak jenuh dalam asam lemak. Oksidasi dimulai dengan pembentukan peroksida dan hidroperoksida dengan pengikatan oksigen pada ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh.
Saya akan menjawab soal nomor 2
ReplyDeletePenggunaan minyak goreng berulang kali pada suhu tinggi akan mengakibatkan hidrolis lemak menjadi asam lemak bebas yang mudah teroksidasi, sehingga minyak menjadi tengik dan membentuk asam lemak trans yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan metabolisme kolesterol yang berujung pada penyakit tekanan darah tinggi dan jantung serta akan membentuk akrolein yaitu suatu senyawa yang menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan dan menimbulkan batuk. Selain itu, pengonsumsi minyak ini juga beresiko terkena penyumbatan pembuluh darah dan jantung koroner. Dan yang tak kalah berbahaya, minyak ini juga bersifat karsinogen sehingga bisa menyebabkan kanker.
saya mencoba menjawab no 2
ReplyDeleteReaksi oksidasi oleh oksigen terhadap asam lemak tidak jenuh akan menyebabkan terbentuknya peroksida, aldehid, keton serta asam-asam lemak berantai pendek yang dapat menimbulkan perubahan organoleptik yang tidak disukai seperti perubahan bau dan flavour (ketengikan). Oksidasi disebabkan oleh udara yang ada disekitar saat pemanasan atau penggorengan, umumnya proses ini berjalan lambat. Derajat oksidasi ditandai dengan penyerapan oksigen, semakin lama dan tinggi suhu pemanasan, proses oksidasi berjalan cepat. Oksidasi terjadi pada ikatan tidak jenuh dalam asam lemak. Oksidasi dimulai dengan pembentukan peroksida dan hidroperoksida dengan pengikatan oksigen pada ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh.
Minyak mengalami oksidasi menjadi senyawa antara peroksida yang tidak stabil ketika dipanaskan. Pemanasan minyak lebih lanjut akan merubah sebagian peroksida volatile decomposition products (VDP) dan non volatile decomposition products (NVDP). Senyawa-senyawa VDP dan NVDP yang dihasilkan oleh senyawa antara peroksida seperti aldehid, keton, ester, alkohol, senyawa siklik dan hidrokarbon, secara keseluruhan membuat minyak menjadi polar dibandingkan minyak yang belum dipanaskan.
Saya akan menjawab permasalahan yg ke 2 Selama penggorengan minyak dalam kondisi suhu tinggi, adanya udara dan air yang dikandung oleh bahan menyebabkan minyak mengalami kerusakan. Adanya interaksi antara produk dan minyak menyebabkan terjadinya reaksi yang sangat komplek, akan terbentuk senyawa volatile maupun nonvolatile yang akan memberikan tanda bahwa
ReplyDeleteminyak telah rusak. Reaksi oksidasi oleh oksigen terhadap asam lemak tidak jenuh akan menyebabkan terbentuknya peroksida, aldehid, keton serta asam-asam lemak berantai pendek yang dapat menimbulkan perubahan organoleptik yang tidak disukai seperti perubahan bau dan flavour (ketengikan). Oksidasi terjadi pada ikatan tidak jenuh dalam asam lemak. Oksidasi dimulai dengan pembentukan peroksida dan hidroperoksida dengan pengikatan oksigen pada ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh.
Dari nomor 1.
ReplyDeleteLemak atau trigliserida di dalam tubuh diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Selain penghasil energi, lemak merupakan alat pengangkut vitamin yang larut dalam lemak dan sebagai sumber asam lemak yang esensial, misalnya asam lemak linoleat. Olahraga endurance merupakan olahraga yang dilakukan dengan intensitas rendah sampai sedang (submaksimal) dan berlangsung dalam waktu lama.